Tugas Akhir IMK : Evaluasi Website Jasakom (Bag. 2)

Lanjutan dari Tugas Akhir IMK : Evaluasi Website Jasakom (Bag. 1)

Membahas Navigation, Form, dan Search.

Navigation

Current page

Halaman yang sedang dibuka / current page dapat ditandai dengan memberi warna lain pada navigasi atau memberi judul halaman secara mencolok. Judul halaman di Browser title bar saja tidak cukup, orang jarang menyadari apa yang terjadi di title bar. Pada website Jasakom, tidak ada keterangan kita berada di kategori apa, baik itu berupa judul halaman atau tanda di navigasi. Bahkan di title bar pun tidak ada keterangan kita sedang berada di kategori apa. Hal ini sangat buruk, karena dapat membuat pengunjung baru tersesat dan kesal yang bisa berakhir dia meninggalkan website ini.
Solusi :

  • Di title bar dapat diberi keterangan letak pengunjung di kategori apa.
  • Title bar saja tidak cukup oleh karena itu harus ada keterangan lainnya, hal yang paling mudah adalah memberi judul halaman/kategori di bagian atas (di bawah navigasi).
  • Penggunaan breadcrumb juga bisa dijadikan alternatif.

Link ke diri sendiri

Menurut Nielsen dan Tahir, “Don’t include an active link to the homepage on the homepage”. Menurut Jeff Johnson, kesalahan navigasi yang paling umum adalah terdapat link ke halaman itu sendiri. Dengan menekan link itu, akan membuat halaman di-reload. Pada navigasi website Jasakom, terdapat link ke diri sendiri. Yang membuat buruk di website ini adalah tidak adanya keterangan current page, yang membuat pengunjung tidak tahu dia sedang berada di mana, lalu dia menekan sebuah link yang ternyata kembali lagi ke halaman tersebut.
Solusi : Jika ada sebuah link yang ternyata membuka halaman itu sendiri, akan lebih baik jika link itu dijadikan text biasa dan diberi tanda bahwa dia bukan link, bisa dengan membedakan warna.

Menu navigasi menghalangi

Pada kategori “Penerbitan Buku” jika kursor ada di subkategori “eBook Gratis Jasakom”, maka subkategori “Menjadi Penulis Jasakom” ada bagian yang tertutup. Hal ini dikarenakan Link “Menjadi Penulis Jasakom” terdiri dari dua baris (yang dibahas pada poin 2.7.1) sehingga tertutup. Untuk mengatasinya adalah dengan memperbaiki link tersebut.


Gambar 9 Menu tertutup

Form

Default text input focus

Ketika sebuah form di website membutuhkan pengunjung untuk mengetikan data, maka seharusnya secara otomatis kursor untuk mengetik langsung berada (text input focus) di text field pertama untuk diketikan. Sebuah form tanpa default input focus mengharuskan pengunjung menggerakan kursor ke text field sebelum dia mulai mengetik. Pada website Jasakom di halaman awal, terdapat form login yang tidak memiliki default text input focus. Kesalahan ini tidak terlalu fatal, karena mungkin user jarang melakukan login kecuali ketika akan memberi komentas atau mengirim artikel. Lalu pada form registrasi juga tak ada default text input focus.
Solusi :

  • Jika ke depannya fungsi login ini akan sering digunakan, lebih baik diadakan default text input focus
  • Pada halaman registrasi lebih baik diadakan default text input focus untuk memudahkan user baru ketika mengisikan data – data mereka.

Penempatan label yang jauh

Pada halaman registrasi, penempatan label dengan text field berjauhan karena label paling bawah yaitu “Masukan kode yang Anda lihat diatas (case sensitif) ” terlalu panjang.

Gambar 10 Form registrasi
Solusi : Label “Masukan kode yang Anda lihat diatas (case sensitif) ” dibuat lebih singkat lagi, misal menjadi “Masukan kode di atas (case sensitif)” atau kata “(case sensitif)” diletakan di bawah label “Masukan kode di atas”. Sehingga jarak antara label dan text field tidak terlalu berjauhan

Search

Search berupa link

Untuk menggunakan fitur search di website Jasakom, pengunjung diharuskan menekan link “search” di bagian navigasi. Pengunjung akan dibawa ke halaman search, lalu mengisi text field yang ada. Cara ini mengharuskan pengunjung membuka halaman baru yang berarti lebih menghabiskan bandwidth. Selain itu, user haru mencari dahulu untuk mengetahui letak fitur search ini.
Solusi : lebih baik fitur search yang terdiri dari text box, drop down menu, dan button diletakan langsung di halaman awal atau di setiap halaman yang biasanya terletak di kanan atas atau di kiri atas. Jadi, untuk melakukan search tidak perlu membuka halaman khusus search. Cukup mengetikan di text field yang ada lalu untuk melihat hasilnya baru dibawa ke halaman baru.

Menampilkan kembali keyword

Ketika orang melihat hasil pencarian, orang perlu tahu apa yang mereka cari (keyword) agar dapat melihat relevansi antara keyword dengan hasil search. Tentu saja mereka tahu apa yang mereka cari sebelum menekan tombol search. Tetapi, manusia tidak sempurna, mereka dapat saja salah menuliskan keyword tanpa menyadarinya atau mereka ingin melakukan search dengan berbagai keyword, mereka bisa saja lupa apa yang sudah diketikan sebelumnya. Oleh karena itu, ketika hasil pencarian (search result) ditampilkan sebaiknya ditampilkan juga keyword yang dimasukan. Fitur search di website Jasakom sudah mengimplementasikan hal ini.

Gambar 11 Hasil pencarian

Hasil pencarian

Hasil pencarian di website Jasakom dapat dilihat di gambar 7. Ketika pengunjung melakukan search maka ia akan mencari mulai dari atas lalu ke bawah dan terakhir ke halaman selanjutnya jika tidak ditemukan juga. Oleh karena itu pengurutan hasil pencarian sangat berpengaruh. Jika yang diletakan di atas pencarian sudah tidak sesuai keinginan pengunjung, maka ia akan mengganti keyword. Pada hasil pencarian di website Jasakom, hasil pencarian diurutkan berdasarkan tanggal.
Pada hasil pencarian di website Jasakom tidak terdapat deskripsi hasil pencarian, tapi hanya judulnya saja, sehingga pengunjung harus masuk ke link yang disediakan atau menebak melalui judulnya, beruntung jika judul yang ada sesuai dengan isinya.
Bentuk pagination dari hasil search di website Jasakom adalah previous dan next, ketika pengunjung melakukan search dan sudah sampai halaman lima, lalu dia menyadari bahwa ternyata ada hasil pencarian yang mungkin sesuai dengan keinginannya di halaman dua, maka dia harus menekan tombol previous berkali – kali.
Ketika tidak ada hasil pencarian, maka sebaiknya dijelaskan bahwa tidak ada hasil pencarian, bukan hanya halaman kosong tanpa keterangan yang dapat membuat pengunjung bingung. Pada website Jasakom, hal ini sudah ditangani dengan adanya pesan “Sorry – no matches. Please try some differents terms”.

Gambar 12 Hasil pencarian tidak ada

Solusi :

  • Pengurutan hasil search lebih baik berdasarkan relevansi dengan keyword yang dimasukan.
  • Deskripsi dari hasil pencarian lebih disediakan agar memudahkan pembaca dalam mengetahui isi dari hasil search.
  • Pagination lebih baik disediakan yang dalam format “first previous .. 4 5 6 …next last” agar memudahkan pengunjung untuk kembali ke halaman sebelumnya.

Jumlah hasil pencarian

Misal didapat hasil pencarian yang menampilkan 10 hasil dan terdapat tombol next. Pengunjung tidak mendapat yang dia inginkan di halaman pertama, lalu dia menuju ke halaman kedua dan ternyata tidak ada juga, lalu pengunjung akan berpikir apa dia harus mengganti keyword atau terus ke halaman berikutnya yang mungkin saja tinggal sedikit lagi. Oleh karena itu jumlah hasil pencarian harus ditampilkan agar fitur search lebih usable. Pada website Jasakom, jumlah hasil pencarian tidak ditampilkan, dan jika hasil pencarian ada banyak maka akan ada link untuk ke halaman selanjutnya.
Solusi : Jumlah hasil pencarian lebih baik ditampilkan agar pengunjung lebih nyaman menggunakan fitur search.

Lanjut ke Tugas Akhir IMK : Evaluasi Website Jasakom (Bag. 3)

Leave a Reply